Sukoharjo — Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo menjalin kerja sama pendidikan dengan MTs Negeri 2 Sukoharjo melalui penyelenggaraan kegiatan One Day English Experience yang berlangsung pada 17–18 November 2025, bertempat di Aula Ponpes Modern Imam Syuhodo. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan tour pesantren sebagai bagian dari upaya mengenalkan lingkungan pesantren kepada para siswa.
Kegiatan ini menghadirkan tim English Club Ponpes Modern Imam Syuhodo sebagai pemateri sekaligus penyelenggara acara. Selain itu, dua native speaker turut hadir memberikan materi dan motivasi kepada peserta, yang merupakan siswa kelas VIII MTsN 2 Sukoharjo.
Dr. Mahmud Hamzawi Fahim Usman, salah satu native speaker menyampaikan kisah dan motivasinya dalam mempelajari bahasa asing.
“Saya berasal dari luar negeri, tapi saya juga bersemangat belajar dari luar negeri saya karena saya ingin mengitari dunia ini. Saya juga pernah kesusahan dalam menghafal bahasa asing, dan saya menemukan caranya sekarang. Cara paling efektif adalah berhenti menghafal,” ujarnya.
Sementara itu, native speaker kedua Alaa Al khateeb Master in Law UMS yang berasal dari Laktia, Syiria memberikan motivasi dengan mengutip perkataan Imam Syafii.
“Saya sangat suka dengan kalimat Imam Syafii, ‘Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.’ Maka dari itu, mumpung masih muda, mari kita semangat dalam belajar agar di masa depan kita bisa bersaing dalam segala hal,” tuturnya.
Kepala penyelenggara dari English Club menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga memperluas wawasan peserta mengenai kehidupan pesantren. Melalui agenda tour pesantren, siswa MTsN 2 Sukoharjo diperkenalkan dengan aktivitas, fasilitas, serta sistem pembelajaran yang diterapkan di Ponpes Modern Imam Syuhodo.
Pihak pesantren berharap kerja sama ini dapat mempererat hubungan antarlembaga pendidikan sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas ke depannya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun sinergi antara sekolah serta memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa, khususnya dalam hal penguatan bahasa Inggris dan pemahaman terhadap lingkungan pesantren.


